Sabtu, 12 Januari 2013

Bank Mandiri Pilihan Keluargaku



Ketika kecil dulu aku termasuk anak yang kurang menghargai uang,ingin ini dan itu semua tinggal minta orang tua.Terkadang ayah dan ibu marah kepadaku karena terlalu sering minta uang untuk jajan ataupun untuk kesenanganku sendiri.walapun sering dimarahi namun aku tidak langsung berhenti merengek minta uang,tapi malah membuat taktik jitu untuk merayu kedua orangtuaku supaya uang dapat mengalir kesaku bajuku.
Walaupun begitu ibu tiada hentinya memberikan pelajaran berharga kepadaku tentang  pentingnya menabung.diusiaku yang masih terbilang belia ini masih terlalu sulit untuk menangkap pelajaran yang ibu berikan.Namun ibu dengan sabar dan telaten memberi arahan yang mudah aku ingat,kata ibu yang masih terlintas dibenakku adalah “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”,entah ibu dapatkan dari mana kalimat ampuh itu,yang secara tidak langsung masuk dalam otak kanan ku untuk merumuskan masa dengan begitu indah dan membahagiakan.masa kanak-kanakku yang terbilang manja membuat ibu kesulitan untuk memberi pelajaran hidup yang menjurus pada sandang,pangan dan papan.itu tak  menjadi kendala bagi sosok ibu yang ingin mendidik anaknya menjadi perempuan hebat dalam bidang ekonomi.melihat perkembangan ekonomi yang semakin  menurun akibat banyaknya pengangguran disana sini sehingga semakin menciutnya nyali beberapa pihak untuk berusaha mencari pundi rupiah,tak heran jika merampok menjadi ladang mencari nafkah.
Setelah aku beranjak dewasa dan mulai memahami pentingnya rupiah di kehidupanku sehari-hari.Jajan dan kebutuhan tak begitu perlu mulai aku kurangi dan sedikit demi sedikit koin atau lembaran uang jajan yang tersisa aku tabung.memang pahit memulai namun akan manis dan indah saat menuainya.
Beberapa tahun kemudian,setelah usiaku beranjak dewasa dan sudah mampu menghasilkan uang dengan keringat sendiri barulah aku merasakan begitu keras dan sulitnya rupiah untuk aku dapatkan.sehingga ibu mengarahkan aku untuk lebih hati-hati dalam memiliih tempat menabung yang aman dan terpercaya. Walaupun belum begitu paham dan tahu banyak tentang bank pilihan ibu.namun ibu meyakinkan aku tentang pilihannya tidak akan mengecewakan kelak.akupun seratus persen percaya dan mantep memilih http://www.bankmandiri.co.id/ sebagai tempat penyimpanan pundi-pindi rupiah ku.
Aku pikir membuat suatu acout  bank itu susah dan ribet,ternyata untuk mendapatkan mandiri tabungan tidak seribet yang aku bayangkan hanya dengan memberi setoran awal aku sudah langsung memperoleh kartu Atm dan kartu Debit yang bisa aku gunakan untuk bertransaksi tanpa batasan belahan dunia sekalipun.ternyata http://www.bankmandiri.co.id/ sudah turun temurun di keluargaku dari kakek,ibu dan sekarang aku mulai merasakannya kenyamanannya.dengna mandiri tabungan aku sudah bisa mulai rapi dalam menata keuangaku sendiri tanpa harus campur tangan kedua orang tuaku,walapun terkadang masih minta ini itu untuk di arahkan.karena masih pemula kedua orang tuaku sangat penting berada di belakangku untuk menuntun aku jauh berjalan menuju masa depan yang terencana,walapun aku tahu rencanaku indah namun rencana Allah lebih indah.mungkin dengan berdoa dan berusaha Allah akan membuka renca-rencana indahnya untukku,dan keluarga besar ku
Setelah usiaku beranjak 18 tahun,rencana demi rencana sudah ku mantapkan,terutama rencana untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.dan untuk kesehatan nomor satu dikeluarga kami.turun temurun keluargaku mendapatkan perlindungan asuransi dari mandiri tabungan berencana,dan kini saatnya aku ikut merasakan perlindungan yang ektra dari mandiri.karena diumurku yang sekarang ini rentan dari yang namanya kenakalan – kenakalan remja.oleh sebab itu keluarga memberikan support untuk tetap ektra hati-hati dalam bergaul dan mempergunakan uang dengan seenak hati sendiri.terkadang saking dimanjanya oleh bank mandiri untuk mendebit uang  di atm  manapun membuat aku lupa daratan sehingga melihat mesin atm seperti melihat tumpukan emas yang indah berkilauan,kalau seperti itu siapa yang tidak ingin cepet –cepet mengambilnya.Eiitt ibu bilang tidak semudah itu untuk mendapatkan kebahagiaan yang sempurna selama di dunia  harus melalui perjuangan dan ketlatenan uang yang aku kumpulkan bukan dengan megic tapi dengan keringatku sendiri.
Aku juga harus memikirkan hidup kedepannya ,walaupun aku sebagai seorang wanita bukan berarti aku harus menompang hidup bersama dengan seorang laki-laki yang nantinya akan menjadi tulang punggung kehidupan berkeluarga.dengan  fasilitas dari bank mandiri yang memberikan aku layanan kredit tanpa agunan sungguh memudahkan aku untuk memperoleh apapun yang aku inginkan dengan cicilan yang ringan.
Ibu menyarankan aku untuk memilih layanan mandiri kpr,dengan mandiri kpr pundi uang aku akan kujadikan sebuah rumah impian yang nantinya akan aku tempati bersama keluarga kelak. Dengan uang muka yang sangat ringan membuat hati ini tertarik ingin memilikinya,namun terkadang aku lupa dengan kodratku sebagai wanita yang harusnya duduk manis dan susah payah mencari uang. Kini aku sadar bahwa  mandiri memberikan apapun yang kita butuhkan 


1 komentar: