Rabu, 07 November 2012

Guruku,Terimakasihku



Sorang guru yang taat dan patuh kepada anak didiknya,mereka rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk anak didiknya.bahkan mereka rela mengorbankan waktu bersama keluarga tercinta untuk anak didiknya ,betapa mulianya seorang guru bangsa.mereka mengajarkan kita membaca,menulis,menggambar serta ilmu pengetahuan lainnya tanpa meminta imbalan kepada kita.tanpa melihat ras kita,kaya,miskin,jelek cantik ,tua muda mereka didik dengan penuh kasih sayang.berharap semoga anak didiknya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa kelak

Perjuangan guru tidak sampai disini,disaat –saat ujian umum sekolah akan diadakan,seorang guru rela sore dan petang memberikan pelajaran tambahan untuk kita.supaya anak didiknya lulus dalam ujian nanti.seorang guru akan begitu bangga dengan prestasi yang diperoleh kita,terkadang kita sombong sehingga kita lupa tanpa campur tangan seorang guru pembimbing kita di sekolah maupun dirumah kita sulit bahkan tidak bisa memperoleh prestasi yang gemilang.tapi mengapa anak bangsa lupa akan jasa guru yang seakan di tenggelamkan oleh zaman?

Seorang guru menangis kelu ketika melihat anak didiknya tidak lulus,seorang guru berusaha untuk memberikan pelajaran tambahan untuk anak didiknya ,tetapi pelajaran itu mereka sia-siakan sehingga tidak lulus dan tidak lulus lagi.apa yang salah dari seorang guru begitu lembut membimbing anak didiknya,begitu sabar dalam menghadapi anak didik yang kurang ajar kepadanya,namun apa balasannya?mereka seakan mencaci dan memaki seorang guru yang mungkin bagi mereka tidak sesuai di hati mereka.pantaskah hal itu dilakuhkan oleh anak didik kepada seorang guru.jawabannya adalah tidak !

Mereka yang tawuran,mereka yang bergaul dengan obat-obatan dan mereka yang terjerumus dalam hidup bebas apakah kita harus menyalahkan seorang guru.mereka adalah korban dari kurang bijaknya pemikiran,dininya harapan yang mereka capai sehingga mereka rela menghabiskan waktu dengan sia-sia untuk kepuasan hati mereka.generasi muda  merupakan tapuk kepemimpinan bangsa dan banyak terselip harapan-harapn untuk masa depan kelak.

 Bagaimana dengan generasi muda jika perjuangan seorang guru terhambat dengan kejadian beberapa saat yang lalu dengan hebohnya aksi penyegelan SD dan SMP di Malang ,Jawa Timur.entah apa yang sedang melanda pendidikan di indonesia tercinta ini.para siswa harus berdesak-desakan di area halaman sekolah untuk melangsungkan pelajaran,mereka dengan gigih walaupun rintangan didepan mata.mereka takut sekolah yang mereka tempati akan di jadikan lahan yang tidak difungsikan untuk sekolah,sedangkan mereka harus sekolah.mereka tidak tahu sengketa lahan yang terjadi tapi mengapa mereka yang harus menerima ganjarannya?

Sebagai siswa seharusnya kita menghargai seorang guru,karena banyak diluar sana yang didapati sekolah-sekolah yang sudah tidak layak lagi.dipedalaman sebagai contoh selain murid-murid yang kurang berada mereka  juga kekurangan seorang guru pembimbing.Seperti di Sumatera barat,tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat,mengalami kekurang  guru sekolah dasar yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung 400 orang guru,dengan jumlah guru yang dibutuhkan begitu banyak sehingga wajib belajar enam tahun tidak bisa dilakuhkan secara maksimal.bagaimana kita menuntaskan progam sembilan tahun apabila guru SD yang tersedia tidak memadai,kita berharap pemerintah pusat lebih peka dalam hal ini.untuk kelangsunagan generasi muda yang akan datang.banyak ukiran prestasi menunggu didepan sana untuk generasi muda Indonesia

Selain generasi mudanya kita juga membutuhkan seorang guru yang berpengalaman,lebih telaten mendidik dan kreatif ,inovatif dan menyenangkan untuk mendidik anak bangsa,karena sebegitu banyak anak bangsa yang membutuhkan pendidikan dari yang kurang mampu social ekonomi sampai yang kurang mampu dalam menerima pelajaran yang diberikan guru.apalagi di Indonesia ini begitu banyak anak-anak yang memiliki karakternya masing-masing.ada yang aktif dalam belajar ada juga yang terlalu pasif dalam menerima pelajaran,sehingga seorang guru dituntut untuk bisa lebih pro dalam mendidik anak terutama anak yang kurang dalam kemampuan perpikirnya.

Mengingat  31 Juli kemarin Presiden Republik Indonesia  Susilo Bambang Yudhoyono,dalam sidang cabinet terbatas di kantor kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,dikagetkan dengan  seleksi hasil uji kompetensi guru di tanah air.dari 285 ribu guru,ternyata 42,25 persen  masih dibawah standar rata-rata,menjadi guru yang profesional tidak hanya mampu mewujudkan pendidikan,selain selain seorang guru yang berakademik,dan kompeten.sertifikat seorang gurupun harus jelas dan akurat sebagai factor penunjang seorang guru.tetapi disamping itu seorang guru juga harus sehat jasmani dan rohani,karena jika jasmaninya kurang terjaga maka akan sulit untuk mewujudkan seorang guru yang kompeten dalam mengajar.rohani juga sangat perlu di perhatikan,sebelumnya kita ketahui di Negara cina seorang guru tega menganiaya muridnya yang baru berumur 4 tahun.apa yang terjadi dengan seorang guru tersebut sehingga tega melakuhkan hal yang kurang wajar itu.tidak beda jauh dengan Negeri kita tercinta ini,seringkali kita dengari perilaku seorang guru yang kurang sopan terhadap anak didiknya.

Memang tidak sedikit seorang guru yang kurang berhasil dalam mendidik generasi muda,namun disisi lain seorang guru amatlah berjasa bagi kita,tanpa didikan seorang guru kita tidak bisa baca,tulis dan mengerti banyak hal,tanpa seorang guru apa jadinya bangsa Indonesia ini,seperti kita ketahui banyak sekali generasi penerus yang putus sekolah atau sama sekali tidak mengenyam pendidikan,pada dasarnya mereka adalah calon-calon guru yang berprestasi namun karena keterbatasan sehingga mereka rela putus sekolah,dan putus pula harapan-harapan mereka.cita – cita yang ingin digapai sirna sudah

Melihat keterpurukan pendidikan di negeri kita ini,muncullah beberapa lembaga dari masyarakat yang peduli akan generasi bangsa.seperti kita ketahui sekolah yang diberi nama sekolah darurat kartini yang berada di kolong-kolong jembatan,pinggir jalan dan pedalaman ,mereka mendirikan sekolah  darurat untuk anak-anak terlantar,anak jalanan dan anak madina.mereka inilah guru yang  mengemban jasa tanpa imbalan,karena sekolah darurat kartini memberikan secara  gratis untuk anak-anak yang ingin belajar menuntut ilmu baik umum maupaun keagamaan.disinilah tempat mereka meraih cita-cita dan harapan yang mereka impikan,begitu besar pengorbanan dan keikhlasan guru pembimbing untuk mereka.yang selama ini belum  mereka dapatkan dari orang tua maupun dari orang lain yang rela menyempatkan waktunya untuk mereka.mereka anak bangsa dan generasi penerus kita,rasa syukur tercurah dalam hati dan jiwa mereka,


Terimakasih Guruku by Melly Goeslow

Pagiku cerah,matahari bersinar

Kugendong tas merahku di pundak
Selamat pagi semua kunantikan dirimu
Didepan kelasmu menantikan kami

Guruku tersayang ,Guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis , mengerti banyak hal
Guruku ,terimakasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
Selamat pagi semua kunantikan dirimu
Didepan kelasmu menantikan kami
Guruku tersayang ,Guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis , mengerti banyak hal
Guruku ,terimakasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
Guruku tersayang ,Guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis , mengerti banyak hal
Guruku ,terimakasihku


Di persembahkan untuk guru-guru seluruh dunia khususnya Indonesia ,agar lebih meningkatkan kinerja dan kreatifitas belajar anak.supaya menjadi anak yang berprestasi dan memajukan generasi Indonesia berbakat.karena sosok generasi muda tidak akan berhasil menggapai kesuksesan tanpa seorang guru yang begitu telaten memberi arahan dan bimbingan
Guru adalah pahlawan kita, karenanya kita bisa menjadi seperti sekarang ini,mampu mengeja , baca tulis dan pandai berbahasa.dan dari guru pulalah kita belajar budi pekerti dan mampu mengasah hati nurani kita.maka sepantasnyalah kita menyebut pekerjaan seorang guru begitu mulia
Kita tidak bisa merasakannya,sebelum kita merasakan pengalaman batin yang berbeda ketika kita menjadi sosok guru.merasakan kenikmatan di kala anak-anak didik kita memanggil dengan sebutan guru, mata penuh perhatian itu memenuhi hati kita
Ada sesuatu yang beda di sana.
Coba rasakan .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar